Tawar-menawar tak harus tentang harga. Saat ini di SMS buah’. Dibandingkan dengan buah lain, harganya memang jauh lebih tinggi. Lihatlah harga Durian Monthong impor asal
Kalau saya lebih meminta penjualnya memilihkan dan kemudian bersedia membuka kulitnya untuk ‘diicip’ daging buahnya tanpa menawar harganya terlebih dahulu. Kenapa ? karena sungguh tak mudah menentukan buah durian itu enak atau tidak tanpa membelah kulitnya terutama untuk jenis durian lokal di penjual buah pinggir jalan dan bukan di supermarket dan semurah-murahnya durian [di Malang harga termurah Rp. 5.000,00] masih lumayan juga. Nah, kalau kena durian mentah, busuk, hambar [hanyep] atau memang dari varietas yang memang nggak sip, kekecewaan yang akan kita rasakan. Belum lagi cara membawanya yang merepotkan [ukuran dan kulit buahnya itu lho]. Apalagi jika dibawa untuk jarak jauh antar
Jadi, yang pertama pastikan Anda mendapatkan durian yang memang ‘mak nyus’. Jika kemudian Anda mau nekad menawar harganya setelah mencicipinya kemungkinkan besar akan membuat penjualnya jengkel walau hal itu sah saja Anda lakukan [jika Anda cukup nekad]. Sekali lagi kalau saya lebih memilih tetap tanpa menawar harganya namun memintah bonus durian yang lebih kecil. Walau bonus, karena saya tak menawarnya, saya masih bisa memilih dan meminta penjualnya mau dicicipi terlebih dahulu.
Tentu ‘teknik’ tawar-menawar ini tidak bisa kita berlakukan untuk semua jenis dan kondisi suatu transaksi [jual-beli, sewa-menyewa dan lainnya]. Tapi inti pesannya adalah tawar-menawar bisa kita lakukan dengan lebih elegan namun tetap mendatangkan keuntungan lebih di pihak kita.(Azr/)



Comments :
Posting Komentar